Back

Kode Seri Faktur Pajak: Mengulas PER-24/PJ/2012

Kode Seri Faktur Pajak: Mengulas PER-24/PJ/2012

Pentingnya Memahami Kode Seri Faktur Pajak

Pada dasarnya setiap Pengusaha Kena Pajak (PKP) harus membuat faktur pajak untuk melakukan transaksi, baik transaki penjualan maupun pembelian.

Dalam penggunaan faktur pajak, para PKP pasti kenal dengan istilah kode seri faktur pajak. Baik faktur pajak yang dibuat oleh pihak penjual maupun pembeli, pasti memiliki kode seri faktur pajak.

Pembahasan mengenai kode seri faktur pajak yang berlaku sampai saat, ini diatur lebih lanjut dalam PER-24/PJ/2012 setelah sebelumnya kode seri faktur pajak juga diatur dalam PER 13/PJ/2010.

Berikut ini pembahasan secara singkat mengenai kode seri faktur pajak yang bersumber dari PER-24/PJ/2012

Kode Seri Faktur Pajak Menurut PER-24/PJ/2012

PER-24/PJ/2012 merupakan peraturan Direktur Jenderal Pajak (DJP) yang mengatur tentang ukuran, bentuk dan tata cara pengisian keterangan dalam faktur pajak. Peraturan ini salah satunya mengulas secara jelas mengenai tata cara pengisian kode dan nomor seri faktur pajak. Beberapa ketentuan yang diatur adalah :

1. Format Kode Seri Faktur Pajak dan Nomor Seri Faktur Pajak

Format kode seri faktur pajak terdiri dari 16 digit. Dua digit pertama merupakan kode transaksi, 1 digit berikutnya merupakan kode status dan 13 digit berikutnya adalah Nomor Seri Faktur Pajak (NSFP). Inilah format kode seri faktur pajak yang sudah disatukan dengan nomor seri faktur pajak.

2. Penulisan Kode Seri Faktur Pajak Harus Sesuai dengan Banyaknya Digit.

Kantor Pelayanan Pajak tempat PKP dikukuhkan akan memberikan kode seri faktur pajak ke PKP dengan tata cara yang telah ditentukan dimulai dari nomor seri 900-13.00000001 untuk faktur pajak yang yang diterbitkan 1 April 2013 dan 000-14.0000001 untuk faktur pajak yang diterbitkan tahun 2014, demikian seterusnya.

kode seri faktur pajak

Sesuai gambar di atas, kode transaksi dalam kode seri faktur pajak terdiri dari beberapa bagian kode yang mewakili beberapa hal di antaranya:

  • 01. Digunakan untuk penyerahan BKP/JKP yang terutang PPN dan PPN-nya dipungut oleh PKP penjual yang melakukan penyerahan BKP/JKP.
  • 02. Digunakan untuk penyerahan BKP/JKP kepada pemungut PPN bendahara pemerintah yang PPN-nya dipungut oleh pemungut PPN bendahara pemerintah.
  • 03. Digunakan untuk penyerahan BKP/JKP kepada pemungut PPN lainnya (selain bendahara pemerintah) yang PPN-nya dipungut oleh pemungut PPN lainnya (selain bendahara pemerintah).
  • 04. Digunakan untuk penyerahan BKP atau JKP yang menggunakan DPP nilai lain, yang PPN-nya dipungut oleh PKP penjual yang melakukan penyerahan BKP/JKP.
  • 05. Kode seri faktur pajak ini tidak digunakan.
  • 06. Digunakan untuk penyerahan lain yang PPN-nya dipungut oleh PKP penjual yang melakukan penyerahan BKP/JKP serta penyerahan kepada orang pribadi pemegang paspor luar negeri sebagaimana dimaksud dalam pasal 16 E Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai.
  • 07. Digunakan untuk penyerahan BKP/JKP yang mendapat fasilitas PPN tidak dipungut/ditanggung pemerintah (DTP).
  • 08. Digunakan untuk penyerahan BKP/JKP yang medapat fasilitas dibebaskan dari pengenaan PPN
  • 09. Digunakan untuk penyerahan aktiva pasal 16 D yang PPN-nya dipungut oleh PKP penjual yang melakukan penyerahan BKP.

Tata cara penggunaan Kode Seri Faktur Pajak

Kode status diisi dengan ketentuan sebagai berikut:

  • 0 untuk status normal
  • 1 untuk status penggantian

The post Kode Seri Faktur Pajak: Mengulas PER-24/PJ/2012 appeared first on OnlinePajak.


27/12/2019 8:06:25 Sudah Dibaca Oleh 1 Pengunjung
Baca Artikel Lainnya
2832 kode-seri-faktur-pajak:-mengulas-per-24/pj/2012