Back

Penyebab Faktur Pajak Reject dan Solusinya

Penyebab Faktur Pajak Reject dan Solusinya

Status Faktur Pajak Reject

Status faktur pajak reject kadang ditemui oleh user faktur pajak elektronik atau e-Faktur. Idealnya, jika data-data dimasukan secara benar dan sesuai aturan maka proses upload faktur pajak akan berstatus sukses approval.

Jika yang ditemui adalah status faktur pajak reject, maka besar kemungkinan ada kekeliruan pada proses pengisian data faktur pajak. Atau, status faktur pajak reject pada e-Faktur disebabkan adanya gangguan pada koneksi internet, sehingga e-Faktur tidak bisa melakukan upload faktur pajak dengan sempurna.

Dalam status faktur pajak reject, pengguna e-Faktur sebenarnya bisa mengecek langsung alasan keluarnya status tersebut. Penyebabnya cukup bervariasi, namun jangan khawatir, sebab solusinya juga bervariasi tergantung dari alasan penyebab status faktur pajak reject.

Dalam artikel berikut, akan dibahas beberapa penyebab utama status faktur pajak reject muncul pada aplikasi e-Faktur, serta tentunya solusi untuk mengatasi masalah tersebut.

Baca juga: Perbedaan Antara Status Upload Faktur Pajak Reject, Draft, dan Approved

Faktur Pajak Reject Karena Keterangan Data Lawan Transaksi

Faktur pajak reject dapat disebabkan karena keterangan data lawan transaksi yang diinput oleh user tidak benar. Sebenarnya ini bukan kesalahan pengguna e-Faktur, sebab Pengusaha Kena Pajak (PKP) acap kali tidak mengetahui status lawan transaksi dengan benar.

Nah, ketika mengunggah barulah pengguna mengetahui apakah data lawan transaksi yang diinput telah sesuai dengan data yang terdapat pada Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Ada tiga keterangan kode dalam e-Faktur yang menjelaskan mengenai status faktur pajak reject yang disebabkan karena data lawan transaksi:

  1. Kode status ETAXSERVICE-20015 berarti Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) lawan transaksi tidak ditemukan, karena telah dicabut atau sudah tidak efektif.
  2. Kode ETAXSERVICE-20001 berarti lawan transaksi belum menggunakan e-Faktur.
  3. Kode ETAXSERVICE-20020 berarti Nomor Seri Faktur Pajak (NSFP) yang digunakan tidak valid, dimana PKP penjual menerbitkan faktur yang menggunakan NSFP yang bukan merupakan jatah yang diperuntukan bagi  PKP tersebut.

Untuk beberapa penyebab status faktur pajak reject ini, harus melakukan komunikasi dengan lawan transaksi untuk memastikan data yang dimaksud.

Baca juga: Status Faktur Pajak Pengganti Reject dan Solusinya

Faktur Pajak Reject Karena Data Faktur Menyalahi Aturan

Status faktur pajak reject juga bisa muncul saat pengguna e-Faktur membuat faktur pajak dengan tidak benar. Hal ini disebabkan karena pada dasarnya aplikasi e-Faktur tidak mengubah dasar-dasar tata cara pembuatan dan pelaporan faktur pajak.

Hal-hal seperti tanggal faktur pajak diterbitkan, penggunaan NSFP serta tata cara pengisian kode faktur pajak tetap sesuai dengan peraturan yang berlaku. Tata cara penerbitan faktur pajak tetap mengacu pada PP 1 Tahun 2012, PMK-151/PMK.03/2013 dan PER-16/PJ/2016.

Maka, ketika menemui status tersebut, PKP harus meneliti kembali panudan-panduan keterangan dalam e-Faktur. Misalkan, ketika pengguna menginput tanggal faktur yang mendahului tanggal yang tertera pada NSFP, maka yang muncul adalah status reject dengan kode ETAXSERVICE-20027.

Contoh lain, ketika pengguna mengunggah dengan NSFP yang sudah pernah approval sukses, maka akan muncul status faktur pajak reject dengan kode ETAXSERVICE-20008. Pengguna e-Faktur harus memahami secara teliti dan melakukan perbaikan yang diperlukan.

Atas status faktur pajak reject karena penginputan data faktur pajak yang tidak benar ini, pengguna harus lebih teliti lagi dan harus segera melakukan perbaikan.

Status Faktur Pajak Reject Karena Gangguan Sistem e-Faktur

Munculnya status faktur pajak reject juga bisa disebabkan karena adanya gangguan pada sistem aplikasi e-Faktur, yakni status “Service master file error. Lakukan upload ulang” dengan kode ETAXSERVICE-40004 dan ETAXSERVICE-40008.

Gangguan ini bisa muncul sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan, saat sistem dilakukan perbaikan atau karena kapasitas server sedang pada beban puncak. Terkait status faktur pajak reject karena gangguan sistem ini, pengguna e-Faktur harus menunggu dan mengulangi tahapan unggah faktur pajak setelah sistem dinyatakan pulih.

Supaya tidak terjebak dengan kondisi berulang karena gangguan sistem ini, ada baiknya sebelum menggunakan aplikasi e-Faktur, pengguna e-Faktur memantau informasi-informasi yang dibagikan oleh DJP lewat media sosial, seperti Twitter misalnya.

Dengan memantau informasi atau mencari tahu sendiri lewat media sosial, maka pengguna akan mendapatkan informasi yang lebih lengkap dan tidak kesal lantaran ketika hendak mengunggah faktur pajak ternyata kena status faktur pajak reject.

The post Penyebab Faktur Pajak Reject dan Solusinya appeared first on OnlinePajak.


27/12/2019 8:06:25 Sudah Dibaca Oleh 1 Pengunjung
Baca Artikel Lainnya
2707 penyebab-faktur-pajak-reject-dan-solusinya