Back

Syarat Pembatalan Faktur Pajak

Syarat Pembatalan Faktur Pajak

Syarat pembatalan faktur pajak harus terpenuhi apabila PKP ingin membuat pembatalan faktur pajak. Apa saja syarat pembatalan faktur pajak tersebut? Nah, berikut ini uraian singkat untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Dasar Hukum Syarat Pembatalan Faktur Pajak

Pembatalan faktur pajak merupakan tindakan yang legal lantaran diatur secara rinci dalam peraturan pajak. Peraturan yang dimaksud adalah Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-24/PJ/2012 tentang Bentuk, Ukuran, Tata Cara Pengisian Keterangan, Prosedur Pemberitahuan dalam Rangka Pembuatan, Tata Cara Pembetulan atau Penggantian, dan Tata Cara Pembatalan Faktur Pajak.

Syarat Pembatalan Faktur Pajak

Syarat pembatalan faktur pajak diatur dalam Pasal 15 Ayat 2, 3, 4, dan 7 PER-24/PJ/2012. Berikut ini kutipan langsung pasal tersebut:

Ayat (2)

Pembatalan transaksi harus didukung bukti dalam bentuk dokumen yang menjadi dasar telah terjadinya pembatalan transaksi. Bukti yang dimaksud dapat berupa pembatalan kontrak atau dokumen yang dipersamakan lainnya yang menunjukkan adanya pembatalan transaksi.

Ayat (3)

Faktur pajak yang telah dibatalkan, harus tetap disimpan oleh Pengusaha Kena Pajak (PKP) penjual yang menerbitkan faktur pajak batal tersebut sebagai arsip.

Ayat (4)

PKP penjual yang melakukan pembatalan faktur pajak, wajib mengirimkan surat pemberutahuan baik yang asli dan salinannya ke KPP tempat PKP penjual terdaftar dan KPP tempat PKP pembeli dikukuhkan. Jadi, kedua KPP tempat kedua PKP terdaftar/dikukuhkan.

Ayat (7)

Jika PKP penjual sudah melaporkan faktur pajak dalam SPT Masa PPN sebagai faktur pajak keluaran, maka PKP wajib melakukan pembetulan atas SPT Masa PPN pada masa pajak yang bersangkutan.

Idealnya, jika terjadi pembatalan faktur pajak, PKP akan melakukan pembetulan SPT Masa PPN. Pembetulan yang diakibatkan pembatalan faktur pajak bisa saja menyebabkan kelebihan pembayaran yang selanjutnya dapat dikompensasikan ke masa pajak berikutnya.

Penyebab Terjadinya Pembatalan Faktur Pajak

Terjadinya pembatalan faktur pajak biasanya karena adanya pembatalan transaksi atas penyerahan BKP/JKP yang faktur pajaknya sudah sempat diterbitkan.

Selain adanya pembatalan transaksi, penyebab lainnya terjadi pembatalan faktur pajak karena terdapat kesalahan ketika memasukan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) pembeli.

Atas dasar kesalahan tersebutlah PKP baik pembeli maupun penjual perlu melakukan pembatalan faktur pajak dan membuat faktur pajak baru. Beda halnya ketika kesalahan yang terjadi hanya pada penulisan jumlah atau harga barang. PKP tidak perlu melakukan pembatalan faktur pajak, melainkan cukup dengan membuat faktur pajak pengganti.

Demikian uraian tentang syarat pembatalan faktur pajak yang perlu Anda ketahui, terutama bagi Anda yang masih baru sebagai PKP maupun dalam dunia perpajakan. Semoga artikel ini dapat membantu.

The post Syarat Pembatalan Faktur Pajak appeared first on OnlinePajak.


27/12/2019 8:06:25 Sudah Dibaca Oleh 1 Pengunjung
Baca Artikel Lainnya
2413 syarat-pembatalan-faktur-pajak